Jumat, 20 Mei 2016

Nikmat Tuhanmu yang Manakah Kamu Dustakan...?

   Jika kita tidak mau bersyukur, maka janganlah tinggal di bumi-Nya. Kemanakah kita pergi? Adakah tempat yang bukan milik Allah? Tentu saja tidak. Bahkan, luar angkasa beserta galaksinya adalah milik Allah.



Allah berulang-ulang kali menegur kita dengan kalimat ‘Nikmat Tuhanmu yang Manakah Kamu Dustakan?’. Betapa nikmat yang telah Allah berikan begitu besar. Jikalau di hitung, niscaya tidak akan sanggup menghitungnya.
Karena begitu banyak nikmat-Nya yang bertebaran di muka bumi ini. Masih pantaskah kita sombong dengan tidak mensyukuri nikmatnya? Sungguh, tak pantaslah kita melakukan hal itu.
Kita hanyalah setitik debu di atas samudera. Sungguh, amat kecil diri ini di bumi-Nya. Udara yang sejuk, rembulan yang bersinar indah, bintang gemintang yang gemerlap cantiknya. Bukankah itu semua ciptaan-Nya yang harus di syukuri?
Sungguh indah dunia ini. Jika kita melihat dengan kaca mata iman. Planet-planet yang bertebaran di luar angkasa begitu teratur. Mereka tidak saling menabrak satu sama lain. Bahkan, mereka bertasbih memuji Tuhannya. Sedangkan kita? Sibuk dengan urusan dunia.
Allah ciptakan bumi ini sebagai tempat tinggal kita. Tempat yang dapat melindungi kita dari sengatan matahari. Tempat di mana manusia bisa tertidur dengan lelap. Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan?
Berulang-ulang kali Dia bertanya. Bahkan, dalam surat Ar-Rahman kalimat itu di ulang sebanyak 31 kali. Ini teguran untuk kita. Untuk orang yang lalai dan mengabaikan nikmat-Nya. Dan enggan bersyukur pada-Nya. Tuhan semesta alam.
Jika kita tidak mau bersyukur, maka janganlah tinggal di bumi-Nya. Kemanakah kita pergi? Adakah tempat yang bukan milik Allah? Tentu saja tidak. Bahkan, luar angkasa beserta galaksinya adalah milik Allah.
Seharusnya kita bersyukur karena tinggal di bumi-Nya. Dan menikmati kebesaran ciptaan-Nya. Syukur itu akan mendatangkan kebahagiaan. Maka pandai-pandailah kita mensyukuri segala nikmat yang telah di berikan-Nya. Agar hidup kita bahagia dan berkah.
Nikmat adalah Ujian


Bahagia itu dekat. Ya, dekat. Bahkan sangat dekat. Di manakah dia? Dia berada di hati orang-orang yang bersyukur. Mereka yang bersyukur akan bahagia. Sebaliknya, dia yang kufur akan sengsara.
Begitulah kehidupan. Ada senang juga ada sedih. Ada kaya ada miskin. Ada siang juga ada malam. Semua diciptakan secara berpasang-pasangan. Nikmat adalah ujian. Ujian di mana kita sering terbuai dan lalai atas anugerah Allah.
Mungkin, jika kita di beri ujian berupa cobaan tentu kita akan ingat dengan Allah. Memohon dengan segala kerendahan hati. Tapi di saat ujian itu berupa nikmat justru kita lupa. Lupa siapa yang telah memberinya.
Ujian yang paling berat bukanlah di berikan bencana. Tapi di berikan kesenangan dan kenikmatan. Baik berupa pangkat, jabatan, kekayaan, dan lain sebagainya. Itu semua adalah ujian.

Benarkah nikmat adalah ujian?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin bertanya, apakah hari ini kita masih bisa bernapas? Jika ya, berarti kita masih di beri kesempatan hidup. Sudahkah kita mensyukurinya?
Syukur dalam bentuk apa? Cara paling mudah untuk bersyukur adalah dengan mengucap hamdalah. Ini syukur dalam bentuk lisan. Ini saja kita sering lupa. Bagaimana dengan syukur secara perbuatan?
Kesenangan atau kenikmatan adalah ujian yang membuat manusia jauh dari Allah. Bila sudah jauh dari-Nya, nikmat pun juga menjauh bahkan akan berkurang. Inilah ujian untuk hamba-hambanya. Jika di uji dengan kesenangan, mereka yang beriman akan mengingat Allah dan bersyukur pada-Nya. Sebaliknya, mereka yang tidak beriman akan kufur terhadap nikmat-Nya.
Janganlah kita menjadi pribadi yang kufur nikmat. Sebab itu akan menjauhkan dari rahmat Allah. Bila rahmat atau kasih sayangnya sudah jauh, maka kebahahiaan tidak akan menghampiri kita. Justru, kesengsaraan dan murka-Nya yang akan datang karena telah kufur akan nikmat-Nya. Nerakalah tempat kita selanjutnya.
Tentunya hal ini tidak kita harapkan bukan?
Maka, jadilah hamba yang pandai bersyukur. Agar rahmat atau kasih sayang-Nya selalu dekat. Dan kita dapat menjadi hamba yang di sayang-Nya baik di dunia dan akhirat....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar