Selasa, 29 Desember 2015

Jika Ingin Bercanda, Ingatlah Ini

Hidup ini memang memerlukan hiburan. Sebab, kita tak bisa selamanya berada dalam ketegangan. Kita juga membutuhkan waktu untuk sekedar bersenda gurau dengan sesama. Meskipun begitu, sebagai orang yang berakal dan beriman kepada Allah SWT, kita harus senantiasa melakukan sesuatu dengan tidak keluar dari syariat-Nya. Termasuk dalam hal bercanda.

Abu Hatim RA berkata, “Yang wajib atas orang cerdas menggunakan canda yang berdampak baik. Tidak bertujuan untuk menyakiti siapa pun dan tidak gembira atas musibah orang lain.”
Seringkali kita melupakan akan hal ini. Banyak orang-orang bercanda demi membuat orang lain tertawa, tapi membuat beberapa orang tersakiti. Inilah yang harus kita hindari. Manusia yang cerdas itu, dapat mencairkan suasana tanpa harus mengorbankan orang lain.

Ingatlah, canda yang tidak memperhatikan ketentuan dalam Islam, maka akan membawa keburukan. Salah satunya ialah membuat wajah kita menjadi hitam. Itu bukan berarti yang nampak pada diri kita, melainkan dibalik itu, aura dari wajah kita akan terlihat tidak lagi bersinar. Cahaya keimanan menjadi pekat akibat canda yang dipenuhi dengan dosa.
Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Abu Hatim RA, “Canda apabila di dalamnya ada dosa, maka akan menghitamkan wajah.” Wallahu ‘alam. []
Referensi: Ensiklopedi 1000 Nasihat Para Ulama/Karya: Mubasysyiroh Binti Mahrus Ali/Penerbit: Zam Zam Mata Air Ilmu
Read more

Selasa, 15 Desember 2015

Takdir kan Menjawabnya..

Bagiku cinta itu sederhana hanya melihat mu bahagia itu sudah cukup untukku

Aku yakin semua pasti indah pada saat nya bila memang engkau bukan takdir ku
Aku mencintai mu tulus,
cinta ini ku beri tanpa menuntut kau untuk membalasnya.
Bagi ku melihat mu tersenyum dan bahagia itu saja sudah sangat membahagiakan ku.
Apa yang lebih penting dari pada kebahagiaan mu.
Aku yakin semua pasti indah pada saat nya bila memang engkau bukan takdir ku, biarkan rasa ini tetap ku simpan.
Aku selalu ingin melihat mu tersenyum meskipun aku tidak pernah disisi mu.
Aku tidak menganggap cinta ini sebagai beban namun sebagai penghias hati ku yang kosong.
terimakasih engkau telah menjadi salah satu sumber kebahagiaan ku selama ini.

Terimakasih engkau telah menjadi seseorang yang yang aku cintai.
Aku akan terus berusaha menantimu dengan senantiasa memperbaiki diri.
hingga engkau datang dan menjadikan aku kekasih halalmu.
Aku yakin engkau seperi diri ku yang tetap ingin menjaga kesucian cinta ini.
Engkau layaknya pelangi yang membuat hidup ku indah meskipun ku sadar tak akan mudah untuk ku memiliki keindahan mu.
Aku ingin seperti hujan yang menjadi pengiring akan datangnya pelangi, yang jatuh berkali-kali
namun tidak akan pernah merasa sakit.
Hujan menjadi sumber tumbuhnya kehidupan kehidupan.
Air yang mengalir dari hujan menyejukan bumi dan isinya.
Ku ingin menjadi seperti hujan yang senantiasa menjadi sumber kebahagiaan dan senantiasa menyejukan dan mendamaikan hatimu.




Read more

Selasa, 01 Desember 2015

Manisnya Mencintaimu Dalam Diam Dan Lewat Do'a

Mencintai seseorang adalah fitrah manusia. Pada suatu waktu,kamu pasti akan merasa tertarik dengan lawan jenis. Namun, rintangan cinta kadang menghadang, menguji hatimu yang tengah “sendirian” dan kesepian. Alih-alih bisa mengungkapkan perasaan pada orang yang dicintai dengan mudah, kadang kamu cuma bisa pasrah memandang dia dari kejauhan.Kamu hanya bisa mencintainya dalam diam dan mendoakannya tanpa ketahuan.
Lika-liku cinta semacam ini memang banyak menyisakan galau di hati. Namun, tanpa sadar hidupmu bisa lebih berwarna-warni. Nah, jika kamu paham hal ini, pasti cintamu masih ditutup rapat-rapat di hati.

1.Jatuh cinta padanya adalah hal yang gak kamu kira sebelumnya. Bahkan sekedar rencanapun tak ada.Awalnya kamu anggap dia biasa saja.


Tak pernah direncanakan
Mungkin dia kenalan baru, partnerkerja.Awalnya, menganggap dia biasa saja, sama kayak yang lainnya. Berlalu lalang di hidupmu bergitu saja.

2. Pada satu titik, lama kelamaan, entah kenapa merasa dia berbeda dari yang lainnya. Pikiran mulai dibanjiri bayangannya dia. Yah, namanya juga cinta. mulai memikirkannya

Ini kenapa aku tiba-tiba suka mikirin dia?
Entah kenapa banyak hal yang tiba-tiba mengingatkan padanya. Bahkan  berfikir dia berbeda dan unik dari orang lain. yang berawal dari "cie cie" yang dilontarkan temanmu

Dia berbeda dari yang lainnya

3. Rasa penasaran tentang dia juga sering melanda. Tanpa sadar kamu jadi asyik cari tahu tentang dirinya. Mulai dari tempat nongkrongsampaikebiasaan-kebiasaan kecilnya.


dia lagi ngapain ya?
Demi meladeni rasa penasaran tentang dia, akan cari tahu tentang dia selengkapnya. Entah langsung tanya padanya, tanya teman-teman terdekatnya, tanya mbah google, tanya tetangga rumahnya, atau ngintipin dia dari kejauhan.
Sebenarnya dia orang kayaknya gimana~

4. Bahkan semua hal tentangnya secepat kilat tersimpan di kepala. Kamu jadi orang yang paling tahu tentang dia.


Kamu jadi orang paling tahu di
Secuil hasil intip sana intip sini dan pengamatan sehari-hari :
Nomor plat kendaraann? Hafal di luar kepala.
Tempat nongkrong sama teman-temannya?Tahu! dan apa kebiasaannya juga tahu
Kapan dia nyatain cinta padamu? T___T
Sampe-sampe informasi tentang dia bisa dijadiin biografi tuh.

5. Hari rasanya belum lengkap dan hambar kalau belum lihat dia melintas. Ayoooo susul diaa~


Jam 7 udah berangkat kerja padahal jadwal  jam 9.
Kamu : Aku berangkat dulu ya.
Teman : Eh, kesambet apa lo? Tumben jam 7 udah berangkat,bukannya masuk jam 9?
Kamu : Emmmm ada deh
(Dalam hati, berangkat cepet-cepet biar bisa liat dan papasan sama dia).

6. Jikatiba-tiba dia gak ada di tempat biasa, kamu jadi panik seketika nyariin dia. Jangan jangan dia……

Udah berangkat pagi demi lihat doi, tapi tiba-tiba yang dicari malah gak ada. Kamu cuma bisa terpaku melihat kehampaan di depan mata.
Dia kemana ya? Kok udah jam 7 belum keliatan juga. Biasanya kan dia lewat sini? Apa dia sakit?Atau atau dia tahu kalau aku suka sama dia? Trus dia marah sama aku?
Kamu dimana? Aku harus cari kemana? Apa kamu baik-baik saja?
Mungkin dia lagi pergi sama yang lain

7. Demi menarik perhatiannya, secara gak sadar, kadang  menyukai apa yang dia sukai.

mulai menyukai apa yang dia suka
Mungkin kamu tahu kalau dia hobinaik gunung. Nah, demi mendapatkan tempat dan perhatiannya, kamu juga rela ikut nyemplungnaik gunung.Harapannya sih kalau ketemu, obrolan kalian bisa lebih seru dan nyambung. Kira-kira begini :
Dia : Kamu ternyata suka naik gunung juga ya?
Kamu : Iyaaa, suka banget (Padahal baru 1 gunung yang didaki, itupun langsung masuk angin)
Dia : Wah, sama….. bla bla bla (ngobrol panjang)
Sampaiendingyang kamu harapkan,
Dia : Naik gunung bareng yuk.
(Tapi kenyataannya, kapan kamudiajakin ngobrolnya?)

8. Ketika ngobrol dari hati ke hati sama dia adalah hal yang langka, ngepoindia lewat media sosial menjadi kenikmatan tersendiri.

Harapannya sih  bisa ngobrol akrab sama si dia :
Tapi kenyataanya ngobrol dari hati sama dia cuma dalam mimpi. Ya sudahlan, kamu cuma bisa liatin dia dari layar LCD :
 cuma bisa liatin dia dari layar

9. Pelan-pelanngepoin dia juga menjadi kebiasaan yang menyatu dalam hidupmu saban hari.


Checklist kegiatan harian :
  • Mau tidur : cek fb dia
  • Mau makan : cek twitter dia
  • Mau ngampus : cek line dia
  • Abis sholat : cek WA dia
selalu ngepoin dia tiap buka mata.

10. Bagi kamu bahagia itu adalah hal sederhana. Bisa ketemu dia, girangnya gak ketulungan.


Saat undanganrapat yang bisa bikin kalian saling bertatap mata datang, bahagianya gak ketulungan.Harapannya sih, kamu bisa ngobrol sama dia. Dah, itu aja.
Dibumbui sedikit harapan kalian bisa PDKT dan jadian.

11. Saking excited-nya ketemu dia, juga sering bingung milih baju yang cocok dan pantas dikenakan. Pokoknya  harus tampil terbaik.


Pakai baju apa ya?
Duh, pakai baju yang mana ya? Kok jelek semua sih?
Pakai yang ini kelihatan tua, pakai ini jadi keliatan gendut, pakai ini terlihat kurus.
Semua isi lemari keluar untuk dijajal.

11. Demi tampil prima dan membuat dia terkesan. Gak jarang menyiapkan percakapan yang cocok untuk dilontarkan. Latihan dulu kalau perlu~


Latihan ngomong dulu ah
Beberapa jam sebelum ketemu, sudah mempersiapkan tema obrolan. Kalau perlu  juga bakal latihan dulu atau nyari lebih dalam di google.
Rasanya, melebihi ngomong sama atasan. Deg-degan!

12. Tapi kenyataan berkata lain. Perasaan cinta yang  dipendam seringkali malah bikin salting saat ketemu si dia.

– Tiba-tiba pikiran ambyar dan bingung mau ngomong apa.


Anu mba, anu, kamu canti
Kamu : Hai apa kabar?
Dia : Hai, kabarku baik. Kamu apa kabar?
Kamu : Iya baik juga
Dia : (diam)
Beberapa menit kemudian,
Kamu : mmmmm, kamu, kamu…
Dia : Aku pergi dulu yaa,taksiku udah dateng.

– Hati berdebar-debar, keringetan dan gak tahu harus berbuat apa.


Enaknya ngapain ya via astrology-zone.tumblr.com
Saat ngajakin kamu ngobrol, kamu malah bingung mau berbuat apa. Deg-degan sampai habis berliter-liter air putih.
Tuhan, hamba harus bagaimana?

– Saking terpesona dan salting ketemu dia, badanmu mendadak kaku dan berubah kayak patung pancoran.

cuma bisa mematung
Dia : Kamu apa kabar?
(Kamu cuma diam dan senyum manis)
Beberapa menit kemudian,
Dia : Hey, kamu apa kabar?
Beberapa menit kemudian,
Dia : Hey!!!!!!
Kamu : Hey, ada apa?

13. Mencintainya dalam diam adalah anugrah yang tak bisa dijelaskan. Boro-boro bisa mengungkapkan perasaan,  malah memilih menyembunyikannya agar “rasa” tak ketahuan.


Aduh ketahuan gak ya

14.Sebagai jalan keluarnya dan pelampiasan rasa,  bikin kode-kode gak jelas di dunia maya.


Kode-kodean gak jelas
Bikin status yang menjurus.
Curhat di blog.
Karena gak bisa ngomong langsung, kamu memilih bikin kode-kode gak jelas di media sosial. Berharapnya sih dia bisa baca kode-kode yang kamu berikan.
Tapi pertanyaannya, kapan dia paham? Emang dia cenayang?

15. Setiap  dengerin nama dan informasi tentangnya, gejolak cinta bikin  langsung gelagepan, deg-degan gak jelas.


Deg-degan kalau dengar namany

16. Rasa yang  dipendam bikin punya “magnet” khusus. (Sialnya)  kadang juga merasa kegeeran kalau dia melakukan sesuatu yang menjurus padamu.

 sering merasa kegeeran
Mungkin dia bikin status “yang kamu banget”,
Melihatnya melangkah di tangga , bikin hati meleleh serasa mau mampus~

Bahagianya itu
Huaaa, tadi siang ‘kan kita papasan di tangga . Pasti itu aku deh. (Sambil senyum-senyum)

17. Karena keputusannya yang tak mau -tak bisa- jujur padanya, patah hati adalah resiko yang siap kamu tanggung.


Pingsan aku
Jika,
Ternyata yang dia sukai itu bukan aku~

18. Memendam perasaan dan mencintai dalam diam itu tak mudah. harus lebihkuat dan ekstra sabar. Meski putus asa siap menyerang kapan saja.


Kamu kadang juga putus asa
Dia mungkin gak suka sama aku, apa aku harus menyerah begitu saja?

19. Tapi dibalik semua rasa cinta yang kamusembunyikan. juga menyimpanharapan, bahwa dia bakal bisa dan tahu bagaimana perasaan sesungguhnya.


berharap dia bisa tahu kamu suka 
Meski  lebih cenderung pasif dan tak berani menyatakan cinta padanya, selalu punya harapan,
Suatu saat nanti, semoga dia tahu kalau aku mencintainya dari dulu.

20.Bagimu, mencintai itu teramat sederhana: Melihatnya dari jauh, mencari kabarnyalewat layar smartphone, dan menjadi orang yang membuatnya nyaman. Apapun statusnya, yang paling dia bahagia.


Aku sebenarnya suka tau sama kamu
 berusaha keras menutupi perasaan yang punya. Cukup melihatnya tertawa, kamu sudah bahagia.

21. Tanpa diatahu,dibalik sikap “biasa” mu, kamutak lupa untukmendoakannya setiap waktu. Perhatianmu justru terwujud jadikalimat permohonan kepada Tuhan, kebaikanuntuknyatak lupa diminta.


 cuma bisa berdoa buat dia dari jauh 
 boleh jadi tak terlalu frontal dalam menyatakan perasaan.  boleh jadi tak melakukan pedekatan.  boleh jadi terlihat biasa saat di dekatnya. Tapi saat malam tiba,u tak pernah lupa meminta kebaikan untuknya kapada Tuhan.

22. Sembari sesekali meminta padaNya untuk menjodohkan


 berharap dialah pilihan Tuhan 
Dalam hati kecil, kamu sering berharap, semoga Tuhan menjodohkan . Karena sejujurnya,
Jodohku, maunya ku dirimu~

Mencintai diam-diamadalah pilihan. Meski rasa cintamu tak bisa dilampiaskan seperti orang-orang, mencintainy dalam doa justru bikin hatimu kuat dan jadi orang ekstra sabar. Hidupmu juga lebih berwarna.
Selamat memendam.
Read more

Sabtu, 07 November 2015

Kenapa Musik Haram..???

إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهد الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم وعلى آله وأصحابه .


{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ }.[ ل عمران : 102 ]
{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا }.[ النساء : 1 ]
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا }.[ الأحزاب : 70-71 ]


أما بعد،
فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.


Alhamdulillahi robbil ’alamin, sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi wa Salam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat nanti.

Kaum muslimin rahimakumullah, jika kita perhatikan setiap pesta-pesta pernikahan, hari ulang tahun, TV sampai HP tidak sepi dari yang namanya musik. Bahkan masjid dan tempat-tempat pengajian ikut diramaikan dengan musik. Karena mereka menganggap apa yang mereka dengar adalah musik Islami.
Tidak heran kalau ada yang berdalil: “Saya mendengarkan musik tidak untuk hanyut dalam alunan lagunya, saya mendengarkan musik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menambah semangat dalam beribadah”.
 
Saudaraku, bagaimana hukum musik itu sebenarnya? Adakah musik Islami ?

Orang yang menghalalkan musik baik itu Islami (menurut anggapan mereka) atau tidak, sama dengan orang yang menghalalkan khomr (minuman keras) dengan dalih untuk pengobatan. Tidak ada bedanya dengan orang yang berkata: “ Saya melihat wajah wanita cantik, bahunya, postur tubuhnya, bukan seperti orang-orang yang fasik. Saya melihatnya untuk merenungi kesempurnaan ciptaan Allah”.
Musik dan nyanyian merupakan hasil perpaduan antara syubhat dan syahwat, keduanya adalah merupakan penyakit hati. Orang yang menghalalkan musik hanyalah mengikuti prasangka yang diinginkan oleh hawa nafsunya. Sebagaimana Allah berfirman, yang artinyta: “Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka yang diinginkan oleh hawa nafsu.” (QS. An Najm: 23).
Selain itu musik dan nyanyian merupakan bentuk penyerupaan dengan orang-orang kafir, yang menjauhkan pecandunya dari Al-Qur’an. Oleh karena itu, banyak peringatan untuk menjauhinya, baik dari Allah, Rasul-Nya, para Sahabat dan ulama-ulama kita.
Diantaranya:
  • Allah Subahanahu wata‘ala berfirman, yang artinya:“Dan di antara manusia ada orang yang menggunakan perkataan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu.” (QS. Lukman: 6).Perkataan kosong dalam ayat di atas adalah lagu-lagu, sebagaimana penafsiran sahabat Abdullah Inbu Mas’ud. Dan alat-alat musik sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i dalam tafsirnya.
  • Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda yang artinya :Barang siapa menyerupai  suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.” (HR, Ahmad Dan Abu Dawud).
  • Sahabat Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘Anhu berkata: “Nyanyian dapat menumbuhkan bibit kemunafikan di dalam hati, sebagaimana air dapat menumbuhkan tanaman.”(Diriwayatkan oleh Abu Dawud)
  • Imam kita As-Syafi’i Rahimahullah memperingatkan: “Tidak boleh  diterima persaksiannya (para pecandu musik), karena termasuk permainan yang dibenci dan menyerupai kebatilan. Barang siapa melakukan akan digolongkan sebagai orang idiot (kurang akal) serta jatuh harga dirinya.” (Diriwayatkan Oleh Imam Al-Baihaqi)
Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam menyetarakan munculnya alat-alat musik dan biduwanita dengan tanda-tanda hari kiamat yang lain seperti: tersebarnya zina dan khomr. Sebagaimana beliau mengungkapkan dalam sabdanya:
Akan muncul dari umatku nanti, beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khomr dan alat-alat musik.(HR. Bukhori)
Dalam hadist lain  Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Akan ada sebagian dari umatku yang meminum khomr dan menyebutnya dengan nama yang lain. Mereka didendangkan padanya alat-alat musik dan biduwanita. Allah membenamkan  mereka ke dalam bumi dan mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi.” (HR. Bukhori)
Selanjutnya bagaimana penjelasan hadist Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Salam, ketika beliau menyuruh Abu Bakr Ash Ashidiq untuk membiarkan anak-anak gadis yang menabuh rebana pada hari raya?
Ibnul Qayim Rahimahulloh menjelaskan: “ Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Salam menyetujui ucapan Abu Bakr, bahwa tabuhan rebana itu adalah nyanyian syetan, namun beliau mengecualikan pada hari raya bagi anak-anak gadis tersebut untuk menunjukan kegembiraan dan keceraiaan pada hari itu. Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam membolehkan hal itu setiap waktu.
Dari penjelasan di atas beserta dalil-dalilnya, jelaslah bahwasanya musik dan nyanyiannya  itu haram hukumnya dilihat dari beberapa sisi, diantaranya:
1.   Musik dan nyayian merupakan jebakan syetan untuk menjauhkan manusia dari Al-Qur’an
2.   Musik merupakan perpaduan antara syubhat dan syahwat, hasil prasangka dan hawa nafsu tanpa ilmu
3.     Musik merupakan syi’ar orang –orang kafir yang mana kita dilarang untuk menirunya
4.  Munculnya alat-alat musik dan biduwanita disetarakan dangan tanda-tanda hari kiamat lainnya, seperti perzinaan dan khomr
5.  Ancaman Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Salam bagi pelakunya, bahwa Allah akan merubah mereka menjadi kera atau babi
Oleh karena itu, segala bentuk muamalah yang berhubungan dengan musik diharamkan. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
Tidak dihalalkan mengkomersilkan penyanyi atau membelinya dan memperdagangkannya. Hasil jual beli antara mereka adalah haram.” (HR, Imam Thobroni, dan dishohihkan oleh Albani)
Maka cukuplah Al-Qur’an sebagai penghibur kita, tatkala kita sedih, cukuplah Al-Qur’an sebagai pengingat kita, tatkala kita lupa, cukuplah Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi kita, tatkala kita tersesat. Wallahu A’lam bish Showab. (Abu Zaid)
Maroji:
  • Al Qur’an Al-Karim
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Kifayatul akhyar, karya Imam Taqiyudin Rohimahulloh
  • Noktah-noktah hitam senandung syetan, karya Ibnul Qoyim Al Jauziy Rohimahulloh
Read more

Perjalanan Ruh Setelah Mati


            Telah tersebar di masyarakat kita sebuah keyakinan yang melekat di hati mereka, bahwa ruh orang yang telah meninggal dunia karena mati penasaran bisa gentayangan untuk menakut-nakuti manusia maupun sekedar menengok keluarga yang ditinggalkannya, pada malam Jum’at.
            Benarkah itu adanya?
            Masalah ruh merupakan perkara ghaib, tidak mungkin kita mengetahui dengan pasti, hanya berdasarkan perkataan nenek moyang, melainkan harus dengan dalil yang datangnya dari Yang Maha Mengetahui.
            Alloh Subahanahu wa Ta'ala telah berfirman:
}وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا{
Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". [QS. Al-Israa`: 85]
            Oleh Karena itu, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus kembali kepada petunjuk Al-Qur`an dan As-Sunnah, karena akal kita terbatas tidak mampu mencerna hal semacam ini.
            Itulah hikmah kenapa Alloh merahasiakan masalah ruh; untuk menyadarkan kita akan kelemahan akal kita dari pengetahuan tentang makhluk yang berada dalam diri kita sendiri (ruh kita), apalagi tentang penciptanya, tentu lebih tidak mengetahuinya. Seandainya kita sadar akan hal itu, niscaya kita tidak berlaku sombong dan selalu menimbang baik-buruk suatu perkara dengan syari’at, tidak dengan hawa nafsunya. [Lihat: Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur`an jilid: 10, hlm. 283]
1. Perjalanan Ruh Orang Mukmin
            Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa: ketika seorang mukmin meninggal, maka turunlah malaikat dengan wajah putih bersinar dengan membawa kain kafan & kamfer dari surga.
            Kemudian, datanglah malaikat maut seraya berkata: “Wahai ruh yang baik keluarlah kamu menuju ampunan Alloh dan keridloan-Nya.” Maka ruh itu pun keluar dari jasadnya sebagaimana menetesnya air yang keluar dari mulut cerek, lalu diletakkan di atas kain kafan dari surga yang menyebarkan bau harum minyak kasturi.
            Para malaikta membawanya naik ke langit dan tidaklah ruh itu melewati seorang malaikat, melainkan malaikat tersebut akan bertanya: “Ruh siapakah yang menyebarkan bau harum ini?” Para malaikat yang membawanya menjawab: “(Ruh) fulan bin fulan” –mereka menyebutkan nama panggilannya yang baik.
            Sesampai langit ke tujuh mereka berhenti, kemudian Alloh 'Azza wa Jalla berfirman: “Catatlah buku catatan amal hamba-Ku ini di ‘illiyyin’” (yaitu: buku catatan amal shalih orang-orang mukmin).
            Selanjutnya Alloh berfirman: “Kembalikanlah ruh ini ke bumi, karena Aku telah berjanji bahwa darinya Aku menciptakan mereka, padanya Aku mengembalikan mereka dan darinya Aku mengeluarkan mereka pada kesempatan yang lain.”
            Kemudian ruh itu dikembalikan ke bumi dan dikembalikan ke dalam jasadnya. Lalu datanglah dua malaikat seraya mendudukkannya dan bertanya padanya: “Siapa Robbmu?” Ia menjawab: “Tuhanku Alloh” Keduanya bertanya: “Apa agamamu?” Ia menjawab: “Agamaku Islam” Keduanya bertanya: “Siapakah laki-laki yang telah diutus di tengah-tengah kamu?” Ia menjawab: “Ia adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam” Keduanya bertanya: “Apa yang telah kamu lakukan?” Ia menjawab: “Aku membaca Kitab Alloh (Al-Qur`an), kemudian aku mengimaninya serta membenarkannya.”
            Lalu dihamparkan baginya permadani di surga, dipakaikan baju dari surga dan dibukakan baginya pintu surga. Maka terciumlah bau harum surga serta diluaskan kuburnya sejauh mata memandang.
            Setelah itu datanglah amal shalihnya dalam bentuk laki-laki rupawan menemaninya dan diperlihatkan baginya kenikmatan-kenikmatan surga, sehingga ia sangat merindukan hari kiamat dan memohon kepada Alloh agar menyegerakan datangnya hari kiamat.
2. Perjalanan Ruh Orang Durhaka/ Kafir
            Ketika orang yang durhaka/ kafir meninggal, turunlah kepadanya para malaikat yang kasar lagi keras dengan wajah hitam pekat dan membawa kain kafan yang kasar dari neraka. Kemudian datanglah malaikat maut berkata padanya: “Wahai ruh yang jelek keluarlah menuju kemurkaan serta kebencian Alloh!”
            Malaikat maut itu memaksa ruh tersebut untuk berpisah dengan jasadnya dan mencabutnya bagaikan mencabut besi tusukan daging yang banyak cabangnya dari bulu domba yang basah, dimana urat-urat sarafnya ikut terputus bersamaan dengan tercabutnya ruh.
            Kemudian ruh tersebut diletakkan di atas kafan dari neraka, lalu dibawa naik (ke langit) dan tersebarlah bau busuk. Setiap kali melewati malaikat mereka bertanya: “Ruh siapakah yang jelek ini?” Setibanya di pintu langit dunia, malaikat penjaganya tidak mau membukakan pintu baginya.
            Setelah itu, ruh tersebut dilemparkan ke dasar bumi hingga menimpa jasadnya. Maka datanglah dua malaikat seraya membentak dan mendudukannya seraya bertanya: “Siapa Rabbmu?” Ruh yang durhaka tadi hanya bisa menjawab: “Hah…hah…aku tidak tahu.” Kedua malaikat bertanya lagi: “Apa agamu?” Ia menjawab: “Hah…hah…aku tidak tahu.” Keduanya bertanya: “Bagaimana pendapatmu tentang laki-laki yang diutus di tengah-tengah kamu?” Ia pun tidak ingat sama sekali namanya dan tidak mengetahuinya. Lalu dihamparkan baginya permadani dari neraka dan dibukakan baginya pintu neraka, sehingga ia merasakan panas hembusan api neraka dan angin panasnya. Kemudian kuburnya menghimpitnya, sehingga tulang rusuknya hancur berantakan.
            Setelah itu datanglah amal buruknya dalam rupa manusia yang berwajah buruk, pakaiannya compang-camping dan berbau busuk seraya berkata padanya: “Aku ini adalah amalmu yang jelek. Demi Alloh, aku tidak mengetahuimu selain kamu adalah orang yang selalu melalaikan ketaatan kepada Alloh serta senantiasa bermaksiat kepada-Nya, sehingga Alloh membalasmu dengan kejelekan.”
            Kemudian orang (buruk rupa) tadi berubah menjadi buta, tuli dan bisu, tangannya menggenggam palu godam yang jika gunung dipukul dengannya akan hancur.
            Lalu dipukullah orang durhaka tadi dengan palu godam tersebut sehingga hancur menjadi tanah, iapun menjerit keras sekali yang didengar oleh setiap makhluk kecuali manusia dan jin. Alloh pun mengulang-ulang kejadian tersebut; setelah hancur dikembalikan lagi, setelah hancur dikembalikan lagi. Sehingga orang yang durhaka tadi berkat: “Wahai Tuhanku, janganlah Engkau melaksanakan kiamat.” [Diringkas dari Riwayat Imam Ahmad: IV/287, hadits shahih]
            Demikianlah perjalanan ruh orang mukmin dan orang durhaka antara bumi dan langit, hingga mereka ditanya oleh kedua malaikat (Munkar dan Nakir).
            Para ulama sepakat, bahwa setelah jenazah dimasukkan ke liang kubur, maka ia akan akan menerima kenikmatan kubur atau adzabnya, dimana hal itu akan dirasakan ruh dan jasadnya.
            Ruh akan tetap merasakan nikmat atau adzab kubur setelah ia berpisah dari jasadnya, serta sekali-kali ia berhubungan dengan jasadnya, sehingga ia bersama jasad merasakan nikmat/ adzab kubur.
            Setelah kiamat terjadi, ruh dikembalikan ke dalam jasad dan bangkit dari kubur mereka untuk menghadap Rabb semesta alam.
* Kebenaran Siksa Kubur dan Neraka
            Siksa kubur dan api neraka merupakan perkara yang nyata dan benar adanya. Di antara dalil yang menunjukkan hal itu adalah sabda Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang berbunyi:
«يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ» ثُمَّ قَالَ: «بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ»
Artinya: “Keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar.” Nabi berkata: “Padahal itu dosa besar, dimana salah satu dari keduanya tidak menjaga diri dari air kencing, dan yang lain suka mengadu domba.” [HR. Bukhari: 216]
            Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memperingatkan kita agar senantiasa berlindung dari siksa kubur terutama saat tasyahhud akhir sebelum salam:
«إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْآخِرِ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ»
Artinya: “Jika salah seorang di antar kamu telah selesai tasyahhud akhir, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Alloh dari empat hal: dari siksa api neraka, siksa kubur, fitnah kehidupan dan setelah mati serta dari fitnah Dajjal.” [HR. Muslim: 588]
            Oleh karena itu, kita harus mengetahui sebab-sebab diadzabnya seseorang dalam kubur agar kita segera meninggalkannya, dan sebab-sebab diselamatkan darinya agar kita bisa melakukannya.
1.     Sebab-sebab mendapatkan adzab kubur 
Yaitu: karena melalaikan perintah-Nya dan bermaksiat pada-Nya, seperti: mengadu domba, menggunjing, sombong, memakan harta riba, meninggalkan shalat, zakat maupun puasa, curang ketika menakar, serta kemaksiatan lainnya yang dilakukan oleh hati, mata, telinga, mulut, lidah, perut, kemaluan, tangan, kaki dan badan secara keseluruhan.
2.     Sebab-sebab dilindungi dari adzab kubur
Secara garis besar yaitu dengan menghindari sebab-sebab yang mendatangkan adzab kubur dan memperbanyak melakukan ketaatan kepada Alloh 'Azza wa Jalla, mengikuti sunnah/ petunjuk Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam serta bartaubat dari segala dosa dan maksiat.
            Akhirnya, semoga Alloh Subahanahu wa Ta'ala menjadikan kuburan kita semua dan kuburan segenap kaum muslimin sebagai sebuah taman dari pertmanan surga dan melindungi kita dari segala fitnah yang mengancam kita. Amiin…[Abu Zaid Al Kebumeny]
Referensi:  - Al-Qur`an Al-Karim
                        - Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur`an
                        - Shahih Bukhari
                        - Shahih Muslim
                        - Musnad Imam Ahmad
- Perjalanan Ruh Setelah Mati, karya: Khalid bin Abdurrahman asy-Syayi’.
Read more

Pedihnya Siksa Neraka

“PEDIHNYA SIKSA NERAKA”
Perjalan Rasulullah S.A.W ketika isra’ mi’raj
Pada 27 Rajab pada malam hari, tiga orang Malaikat turun ke bumi, mereka adalah Jibril, Mikail, dan seorang malaikat lainnya. Mereka bermaksud mengisra’ mi’rajkan nabi Muhammad S.A.W Mensucikan dan mengisi hatinya dengan hikmat, ilmu, yakin, dan islam. Kemudian beliau dibawa para malaikat itu untuk perjalanan malam hari (isra’) dari masjidil haram (makkah) menuju masjidil aqsha (palestina) beliau mengendarai seekor binatang mirip biqhal yang punya kecepatan bagaikan kilat itu disebut buroq. Disitulah tempat Rasullulah S.A.W Melihat makhluk yang menyeramkan sedang mengejar beliau dengan membawa kayu obor bernyala-nyala dan dengan api itu ia bermaksud hendak membinasakan Rasulullah saw. Dialah Jin Ifrit. Untuk menolak dan menghancurkan Ifrit maka jibril mengajarkan suatu do’a, jarak Ifritpun sudah semakin dekat Rasulullah saw. Segera membaca kalimat do’a, maka jatuh tersungkurlah Ifrit ke atas tanah dan terbakar menjadi abu oleh api obornya sendiri. Rasulullah dan para malaikat mengerjakan sholat dua rekaat, dan beliau bertindak sebagai imam. Selesai sholat, Jibril mengajak Rasulullah untuk melakukan mi’raj, yaitu naik ke langit berlapis tujuh, disanalah
Rasulullah berjumpa dengan ruh para nabi yaitu:
o Nabi Adam AS
o Nabi Idris AS
o Nabi Isa AS
o Nabi Yahya AS
o Nabi Harun AS
o Nabi Yusuf AS
o Nabi Musa AS
o Nabi Ibrahim AS
Setiap bertemu dengan ruh para nabi selalu terjadi salam-salaman di baitul Makmur pada langit ke tujuh Rasulullah S.A.W melakukan sembahyang bersama para malaikat, setelah selesai sholat beliau diajak melihat syurga, di syurga Rasulullah S.A.W menyaksikan berbagai macam kesenangan dan kenikmatan, keindahan dan kedamaian yang tiada bandingnya dengan yang ada di dunia ini sungguh tak tergambarkan oleh angan-angan manusia.
Adapun tingkatan Surga yaitu:
 Firdaus
 Jannatul adn
 Jannatun naim
 Jannatul ma’wa
 Darussalam
 Darul Muqamah
 Al-Muqamul-Amin
Pengertian Neraka
– Neraka adalah tempat berlakunya hukum pengadilan Allah bagi orang-orang yang berdosa dan durhaka kepadanya.
– Neraka adalah tempat balasan yang setimpal sesuai dengan perbuatan atau dosa yang dilakukan manusia selama hidupnya di dunia.
– Neraka puncak dari segala kesengsaraan dan kepedihan, tak ada kesenangan, jauh dari pertolongan, segala macam siksaan yang mengerikan telah tersedia, suara-suara menakutkan, jeritan-jeritan pilu karena kesakitan, ratap penyesalan, bau busuk darah dan nanah menggelegaknya cairan logam yang panas merebusjasad tak berkesudahan.
Adapun tingkatan neraka yaitu:
• Jahanam
• Lazha
• Jahim
• Hutamah
• Saqar
• Sa’ir
• Hawiyah
kemudian Rasulullah diperlihatkan siksaan-siksaan yang ada di neraka, diantaranya:
 Rasulullah S.A.W diperlihatkan seseorang yang dibelenggu kedua tangan dan kakinya, dibenamkan kedalam cairan yang mendidih yang tak terkira panasnya. Mereka menjerit-jerit kesakitan, setelah dibenamkan mereka ditarik lagi ke atas kali ini di tuangkan cairan logam mendidih dan membara kedalam mulut mereka. Itulah siksaan bagi orang-orang yang tak percaya adanya Tuhan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:“Sesungguhnya, tebal kulit seorang kafir (di neraka) ialah 42 hasta ukuran orang kuat yang besar. Giginya sebesar gunung Uhud, dan sungguh tempat duduknya dia di Jahannam seluas Makkah dan Madinah.” (HR. At-Tirmidzi dan al-Hakim. Lihat Shahihul Jami’ no. 2110) Namun, karena dahsyatnya neraka, kulit tersebut matang ketika terbakar. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (an-Nisa: 56)
 Kemudian Rasulullah diperlihatkan orang-orang yang meninggalkan sholat ketika hidup di dunia, mereka mendapatkan balasan tubi menimpa kepala mereka sampai hancur. Kepala itu tumbuh lagi dan dipukul lagi, begitulah seterusnya. “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5). Para ulama menerangkan bahwa yang dimaksud “lalai” dalam ayat di atas mencakup tiga bentuk perbuatan, yaitu:
 Menunda-nunda shalat hingga baru dikerjakan ketika waktu shalat hampir berakhir.
 Mengerjakan shalat tanpa memperhatikan syarat dan rukunnya sebagaimana yang diperintahkan.
 Mengerjakan shalat tanpa disertai kekhusyukan dan tanpa merenungi makna bacaan shalat. Adapun siksa kubur, yang akan dialami oleh orang yang lalai dalam shalatnya, disebutkan dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Samurah bin Jundab. Dalam hadis tersebut diceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat siksa bagi orang yang lalai dalam shalatnya, yaitu kepalanya akan dipecahkan dengan sebuah batu besar dan hal itu dilakukan berulang kali. (HR. Bukhari)
 Ditunjukkan pula balasan bagi orang-orang yang sengaja meninggalkan puasa di bulan ramadhan,Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berkata, “… Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang digantung dalam keadaan kaki di atas dan mulut mereka robek-robek. Darah mengalir dari mulut mereka. Aku berkata, ‘Mereka adalah orang yang berbuka di bulan puasa sebelum dihalalkan berbuka’.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)
 Lalu diperlihatkan orang-orang yang perutnya mengembung besar melebihi perutnya, dari mulutnya keluar cairan nanah yang berbau sangat busuk, sedangkan sekujur tubuhnya dirayapi berbagai macam binatang berbisa yang tiada henti-hentinya menggigit dan menyengat sambil mengeluarkan bisa. Itulah siksaan bagi orang-orang yang suka berjudi, mabuk-mabukan dengan minuman keras sehingga lenyap akal pikiran mereka, memakan makanan haram pada waktu hidup di dunia. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
“Ada tiga macam manusia yang tidak masuk surga, peminum khamr, pemutus silaturahim, dan orang yang mempercayai sihir. Barangsiapa mati sebagai peminum khamr, maka Allah memberinya minum dari sungai Ghuthah. Seseorang bertanya, ‘Apa itu sungai Ghuthah?’ Rasul menjawab, ‘Sungai yang mengalir dari kemaluan para pelacur. Para penghuni neraka lainnya merasa terganggu oleh bau kemaluan mereka’.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya 4/399) “Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”. (Al Maaidah: 90)
 Kemudian bagi orang-orang yang suka memfitnah sehingga mencelakakan orang lain, maka lidah dan bibirnya dipotong-potong. Lidah dan bibirnya yang putus itu segera tumbuh lagi, lalu dipotong lagi hingga seterusnya.
 Di tunjukkan lagi orang-orang yang mencakari dan menggaruk badanya sendiri dengan kuku yang panjang dan tajam, dan mengucurkan darah. Itulah siksaan bagi orang-orang yang bertengkar sesama muslim.,
 Ada juga dua orang sedang berkelahi mati-matian dikelilingi binatang raksasa, mereka itu adalah orang-orang yang semasa hidupnya suka berjudi dan mengadu binatang seperti ayam, jangkrik, kambing, kuda dan lain-lain.
 Ada sekelompok orang yang menghadapi daging segar tapi mereka lebih suka memakan daging yang amat busuk dari pada daging segar, itulah siksaan bagi pelaku zina, mereka berbuat serong padahal mereka mempunyai istri atau suami yang sah. Masih hadits dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berkata, “… Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling jelek dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Aku tanyakan, ‘Siapakah mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah pezina laki-laki dan perempuan’.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad) “Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu”.(Al Furqaan: 68-69)
 Dan ada pula yang berenang di genangan darah dan nanah yang panas, mereka di hujani batu-batu neraka yang panas membara hingga kepala mereka hancur, itulah siksa bagi orang yang semasa hidupnya di duniasuka memakan riba atau membungakan uang berlipat-lipat.
 Lalu di tempat lain terlihat orang-orang yang ditusuk mulutnya, telinganya,hidungnya. Itulah siksaan bagi orang yang mempergunakan mulut telinga, mata dan hidungnya untuk berbuat dosa dan maksiat, dulu mulutnya digunakan untuk mengumpat, berdusta, bergunjing, dan berkata kotor, telinga, mata dan hidung digunakan untuk berbuat maksiat dan dilarang agama. Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Akan didatangkan seseorang kemudian dia dicampakkan ke neraka. Maka dia di sana berputar seperti berputarnya keledai di tempat penggilingannya, hingga para penduduk neraka berkumpul mengelilinginya. Mereka berkata kepadanya: “Wahai fulan, bukankah engkau dulu di dunia yang menyuruh kami kepada yang baik dan melarang kami dari yang mungkar?” Usamah berkata, dia menjawab: “Aku dulu menyuruh kalian kepada yang baik (tapi) aku tidak melakukannya. Dan aku melarang kalian dari yang jelek, (tapi) aku melakukannya.” (Shahihul Jami’) Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Pada malam Isra’ aku dibawa kepada beberapa kaum yang lidah mereka dipotong dengan gunting api. Setiap kali selesai dipotong, lidah itu kembali lagi. Aku berkata: “Siapa mereka itu, wahai Jibril?” Jibril berkata: “Mereka adalah para penceramah dari kalangan umatmu yang mereka mengucapkan apa yang tidak mereka lakukan dan mereka membaca Kitabullah, tapi tidak mengamalkannya.” (Shahihul Jami’: 128)
 Terhadap orang yang mendustakan ayat seperti Al Qur’an, mereka akan ditimpa kehinaan dan siksa yang keras: “Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.” [Al An’aam 124]
 Orang-orang yang mengabaikan ajaran dan perintah agama serta tidak yakin dengan adanya Tuhan, maka kepala mereka disiram dengan cairan timah panas, tentu saja mereka melolong kesakitan terkelupas kulit dan daging dibagian kepala mereka.
 Siksaan bagi koruptor, pemeras, perampok, dan pencuri tanganya yang dipotong utuh lagi, namun segera di potong lagi.
 Dan bagi para pelacur, gigolo (pelacur laki-laki), wanita yang suka menggugurkan kandungan karena hubungan gelap dan para pengusaha rumah pelacur, digantung dan dibenamkan ke dasar neraka.
 Sedangkan bagi para pelaku homo seksual dan lesbian, pantatnya ditusuk dengan besi menyala dan dipanggang diatas api neraka yang menjilat-jilat.
 Ada juga orang-orang yang berlari pontang-panting karena diberi pakaian dari api yang membakar tubuh mereka sendiri, siksaan ini ditambah dengan pukulan cabuk terbuat dari besi panas yang bergigi tajam, itulah siksaan bagi mereka yang berdurhaka kepada kedua orang tuanya meskipun mereka beriman kepada Allah. Mereka akan disiksa terus selama belum mendapat ampunan dari kedua orangtuanya. Karena,Allah swr menyifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy ‘orang yang sombong lagi celaka’. Tentang hal ini Allah swt berfirrnan, “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. ‘(Maryam: 32)”
 Bahkan ada juga orang yang kikir, serakah, sering makan harta anak yatim piatu mereka disetrika dengan besi panas hingga punggung mereka hancur luluh sekejap kemudian punggung mereka pulih lagi lalu disetrika lagi, dan lain sebagainya. “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (An Nisaa: 10)
 Tidak ada setitik dosa pun yang terhindar dari hukuman Tuhan, maka selagi hidup di dunia seorang harus melangkah dijalankan yang benar, yaitu jalan agama yang diridhoi Allah.

by: HENY INDRIASTUTI RIZA FAUZI
Read more

Kamis, 22 Oktober 2015

Ingat Allah Hati Mu Akan Tenang

“Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang”

Kejujuran itu kakasih Allah. Keterusterangan merupakan sabun pencuci hati. Pengalaman itu bukti. Dan seseorang pemandu jalan tak akan membohongi rombongannya. Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati dan lebih agung pahalanya, selain berdzikir kepada Allah.


{Karena itu, inagtlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.} (QS. Al-Baqarah: 152)

Berdzikir kepada Allah adalah surga Allah di bumi-Nya. Maka, siapa yang tak pernah memasukinya, ia tidak dapat memasuki surga-Nya di akhirat kelak. Berdzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari pelbagi kerisauan, kegundahan, kekesalan dan goncangan. Dan dzikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan hakiki. Unutk melihat feadah dan manfaat dzikir, coba perhatikan kembali beberapa pesan wahyu Ilahi. Dan cobalah mengamalkannya pada hari-hari Anda, niscaya Anda akan mendapatkan kesembuhan.

Dengan berdzikir kepada Allah, awan ketakutan, kegalauan, kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahka, dengan berdzikir kepada-Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

Tidak mengherankan bila orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tentram hidupnya. Itulah yang memang seharusnya terjadi. Adapun yang sangat mengherankan alah bagaimana orang-orang yang lalai dari dzikir kepada Allah itu justru menyembah berhala-berhala dunia. Padalah,  

{(Berhala-berhala) itu mati tidak hidup dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembahan-penyembahnya akan dibangkitkan.} (QS. An-Nahl: 21)

Wahai orang yang mengeluh karena sulit tidur, yang menangis karena sakit, yang bersedih karena sebuah tragedi, dan yang berduka karena suatu musibah, sebutlah nama-Nya yang kudus! Betapapun,

{Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?} (QS.Maryam: 65)

Semakin banyak Anda mengingat Allah, pikiran Anda akan semakin terbuka, hati Anda semakin tentram, jiwa Anda semakin bahagia, dan nurani Anda semakin damai sentausa. Itu, karena dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan kepada-Nya, keyakinan penuh kepada-Nya, ketergantungan diri hanya kepada-Nya, kepasrahan kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya. Dia senantiasa mengaulkan jika dimohon. Rendahkan dan tundukkan diri Anda ke hadapan-Nya, lalu sebutlah secara berulang-ulang nama-Nya yang indah dan penuh berkah itu dengan lidah Anda sebagai pengejawantahan dari ketuhidan, pujian, doa, permohonan dan permintaan ampunan Anda kepada-Nya.

Dengan begitu, niscaya Anda – berkat kekuatan dan pertolongan dari-Nya-akan mendapatkan kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, cahaya penerang dan kegembiraan. Dan,


{Karena itu Allah menberikan kepada mereka pahala di dunia, dan pahala yang baik di akhirat.} (QS. Ali ‘Imran: 148)
Read more

Keajaiban Al-Qur'an

Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.
Sebagai contoh ayat di bawah:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiyah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Langit yang mengembang (Expanding Universe)

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

Gunung yang Bergerak

gunung
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
Ada lagi tafsir yang menyatakan bahwa bumi bergerak laksana awan itu adalah bumi kita bergerak. Tidak diam sebagaimana sangkaan orang dulu dan juga kita saat ini sebelum kita dapat pencerahan oleh guru-guru kita. Ternyata bumi bergerak. Baik karena berputar di porosnya (Rotasi) dan juga karena mengelilingi Matahari (Revolusi). Bersama-sama Matahari, bumi juga bergerak mengelilingi jagad raya ini.

Angin yang Mengawinkan Tumbuhan

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)
Konsep Angin mengawinkan tumbuh-tumbuhan dengan menyebar serbuk sari belum dikenal orang-orang pada abat ke 7 Masehi. Baru diketahui abad-abad terakhir ini saja. Meski demikian, Allah telah menjelaskan itu lewat Al Qur’an!

Nubuwat Kemenangan Romawi atas Persia

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Diselamatkannya Jasad Fir’aun

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]
Foto Fir'aun Ramses 2Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya.  Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.
Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817.Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).
Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]
Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.
Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban Al Qur’an yang ada dan ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Bagi yang ingin tahu lebih banyak silahkan baca buku referensi di bawah.
Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.
”Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]
Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:
”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An Nisaa’:82]
Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.
Silahkan baca juga:
Sumber:
Harun Yaya
Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab
BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille
Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-15-1181/
Read more