Dahulu Mesir ditaklukkan pasukan muslim, dan Amru bin Ash diangkat
sebagai Gubernur Mesir. Suatu saat ia didatangi sekelompok penduduk
sekitar sungai Nil karena sungai itu sedang kering. Mereka berkata,
"Wahai Gubernur, saat ini sungai Nil sedang kering. Kami biasa melakukan
suatu tradisi, dan sungai Nil itu tidak akan mengalirkan air kecuali
jika kami memenuhi tradisi tersebut."
Waktu Amr
bin Ash menanyakan tentang tradisi tersebut, mereka menjelaskan, bahwa
setelah berlalu sebelas hari dari bulan tersebut, mereka mencari seorang
gadis untuk dikurbankan. Mereka meminta kerelaan orang tuanya, kemudian
gadis ini didandani dan diberi perhiasan yang paling indah, dan
akhirnya dilemparkan ke sungai Nil sebagai persembahan. Jika semua itu
dilakukan, biasanya Nil akan mengalirkan airnya lagi.
Tentu saja Amr
bin Ash melarang dilanjutkannya tradisi yang seperti itu, karena Islam
menghancurkan tradisi-tradisi jahiliah yang merusak. Kembalilah penduduk
sekitar Nil ini ke rumahnya masing-masing dan sungai itu tetap dalam
keadaan kering, hingga hampir saja mereka memutuskan untuk pindah.
Melihat
keadaan yang memprihatinkan masyarakat itu, Amru bin Ash mengirim surat
pada Umar bin Khatthab dan menceritakan keadaan tersebut. Umar membalas
surat Amr bin Ash dan membenarkan tindakan yang diambilnya untuk
menghentikan tradisi kuno tsb. Selain itu Umar juga menyelipkan suatu
surat lain, yang ditujukan untuk sungai Nil. Amr diminta untuk
melemparkan surat tersebut ke dalam sungai Nil yang sedang kering. Isi
surat tersebut adalah sebagai berikut :
"Dari
hamba Allah, Umar bin Khaththab, Amirul Mukminin, kepada hamba Allah Nil
di Mesir, Amma Ba'du. Jika engkau mengalir dari dirimu sendiri, maka
janganlah kamu mengalir. Namun jika Allah yang mengalirkan, maka
mintalah kepada Dzat Yang Maha Kuat untuk mengalirkanmu."
Amr melemparkan surat tersebut ke sungai Nil pada malam harinya, sehari
sebelum peringatan hari raya salib. Pada pagi harinya, sungai Nil telah
terisi air sedalam enam belas hasta hanya dalam semalam, dan mengalir
terus hingga sekarang. Sungguh dengan ijin Allah, tradisi kuno yang
berjalan ratusan bahkan ribuan tahun telah dihancurkan oleh secarik
surat Umar bin Khatthab.
SubhanAllah Alhamdulillah walaa illa ha'ilallah wallahuakhbar.
Allahumma solli 'ala sayyidina Muhammad wa'ala ali sayyidina Muhammad.
Dikutip dari kisah sahabat Rasulullah ﷺ
oleh akhukum fillah Arlocindhe.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar